24 December, 2007

Tunjangan Profesi Guru Nyangkut di BRI

PAgi hari ini ada berita menggembirakan bagi guru yang sudah tersertifikasi dan menunggu tunjangannya...... DAna sudah sampai di BRI... namun depdikna JAwatimur belum tahu... nggak tahu deh mana ya yang bener atau baca langsung aja disini JAwapos

13 December, 2007

Untuk Yang Muda dan Berprestasi

SURABAYA - Masalah sertifikasi guru masih memunculkan kejutan tak terduga. Yang terbaru adalah program pendidikan profesi bagi guru "junior" berprestasi. Program tersebut merupakan jalur kedua sertifikasi guru, selain jalur penilaian portofolio.

Surat dari Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependudukan (PMPTK) Depdiknas tentang pendidikan profesi itu sebenarnya turun sejak 27 September 2007. Namun, sebagian besar guru, bahkan Dinas Pendidikan kabupaten/kota belum mengetahui. Tak heran, begitu ada berita bahwa kuliah perdana program itu dimulai 27 Desember 2007, banyak yang kaget.

"Kami tidak tahu kalau itu setara dengan sertifikasi. Sebab, surat yang dikirim dari pusat tidak menegaskan hal tersebut," kata Kepala Bidang Tata Usaha Dispendik Surabaya Bambang Sugiyanto kemarin (12/12).

Program itu merupakan implementasi amanat Undang-Undang No 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Salah satu pasal dalam UU itu menyatakan, seluruh guru di Indonesia wajib memenuhi kualifikasi akademik melalui sertifikat pendidik. Selambatnya 2015, sertifikasi semua guru yang mencapai dua juta orang harus tuntas.

Lebih lengkapnya klik disini

05 December, 2007

Guru masih tenaga serabutan...!?

Judul diatas nasih bisa dianggap sebagai salah satu peringatan bagi pendidikan kita. dari berita sebelum ini bahwa banyak guru tidak layak mengajar sudah membuat kita bingung. kondisi sekarang guru tidak tetap banyak yang merupakan tenaga asal-asalan.

Kenapa.. karena GTT diangakat setiap setahun sekali oleh SK pemerintah... bagi kepala sekolah yang tidak senang ya boleh tidak meberi SK lagi. tahu nggak kalo ada sampai 10 tahun masih jadi GTT dan tiba- tiba diberhentikan, tidak dapat pesangon dan hak lainnya sebagaimana tertera dalam UU disnaker. buruh aja kalo kontrak hanya diperkenankan selama 4 tahun kalo masih baik harus diangkat sebagai pegawai tetap.

Sungguh menyedihkan... inilah yang menyebabkan tena guru sangat diremehkan.... Diknas saja tidak mau menjamin kelangsung mengajar para GTT. BAgimana mungkin apabila disekolah tersebut mendapat tambahan 1 guru (berasal dari guru bantu yang diangkat PNS dan dari sekolah swasta) tidak akan menyingkirkan para GTT walau dia sudah mengajar bertahun-tahun. bagaimana pendapat anda..?!?

25 November, 2007

Guru Tak Layak Mengajar Masih Tinggi

SURABAYA - Kualitas guru di Surabaya, tampaknya, perlu terus diperhatikan serius. Di antaranya menyangkut kelayakan mengajar. Sebab, di beberapa sekolah, hingga kini ternyata masih cukup banyak guru yang masuk kualifikasi tidak layak mengajar.

Tentu, kualitas guru tersebut sangat terkait dengan persoalan kualitas anak didik. Semakin guru layak mengajar, hasil yang dicapai semakin optimal. Sebaliknya, kalau sang guru tidak layak mengajar, hasil yang dicapai tentu asal-asalan.

Berdasar data Grand Design Pendidikan Kota Surabaya Menuju 2025, guru SD/MI menduduki persentase tertinggi untuk guru yang tidak layak mengajar. Untuk guru SD, ada 15.69 persen guru yang tidak layak mengajar di antara 11.062 guru. Untuk MI (madrasah ibtidaiah) lebih besar, yakni mencapai 17,03 persen di antara 1.186 guru.

mau lanjutnya klik jawapos

17 November, 2007

Tunjangan Fungsional Guru Depag Non-PNS Segera Cair

Kemarin saya disuruh mengisi data di sekolah madrasah yang saya ajar... katanya sich mau dapat tunjangan tambahan,... eee muncul berita di Jawa Pos bahwa Guru Non PNS Depag akan mendapat tunjangan 2,4jt (200rb / bulan) pada bulan desember nanti. uangnya ditransfer langsung ke kantor pos... wah lumayan tuch... emang guru sekarang mulai diperhatikan. terima kasih pemerintah semoga tetap seperti ini dan selalu ditambah... AMIN.


ingin melihat beritanya klik saja di sini

12 November, 2007

Kuota ditambah 10 Ribu

Prioritas Guru dan Kepala Sekolah Berprestasi
SURABAYA - Kuota sertifikasi guru dalam jabatan tahun ini ditambah lagi. Depdiknas memberikan tambahan jumlah guru yang berhak mengikuti program tersebut hingga 10 ribu untuk seluruh Indonesia.

Penegasan itu diungkapkan Rektor Unesa Haris Supratno usai menjadi pembicara dalam workshop sertifikasi guru di Gedung Pasca Sarjana Universitas Negeri Surabaya, kemarin (11/11). "Sepuluh ribu tersebut didistribusikan ke masing-masing dinas provinsi sesuai kuota yang ditentukan," kata Haris.

Kemudian, lanjut dia, dinas provinsi membagi atau memberikan 10 persen kuota tersebut untuk guru-guru luar biasa berdedikasi tingkat nasional dan provinsi periode 2004-2007. Lalu dinas kabupaten atau kota mendapat jatah kuota dari provinsi yang berasal dari sisa jumlah 10 persen guru berprestasi. "Kuota di kabupaten atau kota dibagi untuk tiga kategori," imbuhnya.

Kategori pertama untuk guru berprestasi nasional berdedikasi tingkat provinsi, kabupaten atau kota dari 2002 hingga 2007. Kedua, untuk kepala sekolah berprestasi pada 2002 sampai 2007. Ketiga, untuk guru biasa yang "direkrut" berdasarkan kriteria masa kerja, usia, pangkat, dan jumlah jam mengajar.

Ukuran guru berprestasi didasarkan pada keputusan dari Depdiknas. Sebab, tiap tahun Depdiknas selalu mengadakan pemilihan guru berprestasi, baik tingkat nasional, provinsi, maupun kabupaten/kota.

Khusus untuk guru berprestasi yang masuk dalam jatah "istimewa" 10 persen itu, mereka dapat ikut sertifikasi tidak dinilai berdasarkan jam kerja, usia, jabatan, dan masa kerja. Hanya saja, kualifikasi pendidikan mereka minimal harus D-4 atau S-1. Misalnya, guru yang berusia 25 tahun, masa kerjanya baru satu tahun, tapi memiliki prestasi luar biasa di tingkat nasional, maka dia berhak mengikuti sertifikasi. Dia tidak harus menunggu giliran bertahun-tahun hingga masa kerjanya mencukupi.

Sebelumnya pemerintah menetapkan 200.450 guru yang berhak mengikuti program sertifikasi 2007. Namun, karena masih banyak guru yang belum bisa mengikuti program tersebut, akhirnya pemerintah menetapkan untuk menambah kuota 10 ribu guru lagi. Dengan tambahan itu, berarti sertifikasi 2007 akan diikuti 210.450 guru. "Khusus Jatim akan mendapat kuota tambahan 2.070 guru, dengan 76 guru berprestasi," ujarnya. Itu berarti, ada sisa kuota sertifikasi untuk 1.994 guru. Jumlah itulah yang dibagikan untuk masing-masing kabupaten atau kota.

Di tingkat nasional, dari 10 ribu kuota, ada 912 guru berprestasi luar biasa berdedikasi tingkat nasional dan provinsi yang terdaftar dalam kuota tambahan 2007. (may) dikutip dari jawa pos

Pendidikan Profesi untuk Guru ?!

Harapan para guru muda untuk segera mengikuti program pendidikan profesi guru tahun ini harus dipendam dulu. Sebab, pemerintah memastikan program penting itu baru teralisasi awal 2008 nanti, molor dari rencana awal yang telah ditetapkan pada September tahun ini.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Tim Sertifikasi Guru Dalam Jabatan Depdiknas Prof Dr A. Mukhadis dalam workshop sertifikasi guru di Gedung Pasca Sarjana Universitas Negeri Surabaya kemarin. Dalam kegiatan yang diikuti sekitar 250 peserta itu, Mukhadis memastikan bahwa program pendidikan profesi guru baru dapat dilakukan tahun depan. "Programnya sudah dirancang, bentuk juga sudah jelas," katanya.

Bahkan, nominator Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) penyelenggara program tersebut juga telah terpilih. Ada lebih dari 30 LPTK yang bakal menyelenggarakan program tersebut. Di antaranya Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Universitas Negeri Malang (UM), dan Universitas Jember (Unej). "Tidak semua LPTK yang menjadi penyelenggara sertifikasi bisa menjadi penyelenggara program pendidikan profesi guru," imbuhnya.

Untuk tahap awal, pemerintah menetapkan kuota guru muda di seluruh Indonesia yang dapat mengikuti program tersebut sekitar 17 ribu. Khusus guru-guru SD dan SMP untuk sebelas guru bidang studi. Yakni, bahasa Indonesia, bahasa Inggris, IPA, IPS, olahraga, kesenian, PPKN, bahasa daerah, Teknologi Informasi dan Komunikasi, Matematika, serta Agama

Rapat pembahasan program itu sudah dilakukan pada pertengahan Juni 2007 di Jakarta. Rapat tersebut diikuti tim persiapan program pendidikan profesi guru dalam jabatan dan lima rektor lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK).

Dalam program ini, semua guru dapat mengikutinya. Sebab tidak ada batasan umur, masa kerja, jam mengajar, dan usia. Namun, seleksi yang ditetapkan panitia dalam program ini sangat ketat. Selain harus menjalani tes tertulis, panitia juga akan melaksanakan penelusuran kemampuan peserta. "Peserta yang lolos tes seleksi akan menjalani pendidikan selama satu tahun," katanya.

Orientasi utama dalam pendidikan adalah pada pengelolaan pembelajaran. Dengan demikian, dalam program tersebut peserta akan lebih banyak melaksanakan praktik pembelajaran di sekolah yang ditunjuk LPTK penyelenggara atau di sekolah mereka sendiri. "Program pendidikan ini tidak seperti kuliah," ujarnya.

Artinya, tidak semua pelajaran yang diberikan dalam program pendidikan tersebuit diikuti semua guru. Misalnya, untuk guru yang telah banyak melakukan penelitian atau membuat buku, mereka dapat tidak mengikuti pelajaran metodoligo penelitian. Karena mereka telah mengusai hal tersebut.

Tidak hanya program yang telah dirancang, dana untuk program pendidikan profesi itu pun telah dipersiapkan. Tapi, saat ditanya tentang besarnya dana yang telah dianggarkan Mukhadis enggan berkomentar. Dia hanya menyatakan rancangan awal, dana untuk masing-masing peserta setara dengan beasiswa S-2. "Tapi itu baru usulan, belum ditetapkan," ucap dia.

Rektor Unesa, Haris Supratno pun membenarkan tentang status Unesa sebagai salah satu nominator LPTK penyelenggara program profesi pendidikan. "Belum pasti karena SK-nya belum ada," imbuhnya. (may)dikutip dari jawa pos

07 November, 2007

Change

Education Country change ..... I am Sorry if disturb you. but for the future everithing it's okey. support me. Oh iya bagi yang udah link tapi link nya hilang harap hubungi daku atau isi aja box dan akan kami daftar kembali. Atas kesabarannya kami ucapkan terima kasih

27 October, 2007

Buat Para Pendidik

Bagi para guru/ pendidik yang mau mengikuti sertifikasi.... kami sedikit ingin memberikan informasi agar menambah point anda dalam mengikuti proses sertifikasi.
Kami bersedia memberi sertikat lulus berinternet + E-mail + Chatting dan tentunya Membuat blogger.

Syaratnya mudah :

  1. Sudah memiliki e-mail
  2. mau membuat blog pribadi / untuk sekolah
  3. link ke beberapa blog yang kami miliki
  4. membayar biaya Rp. 20.000,- (belum termasuk ongkos kirim)

Kami akan langsung kirim sertifikat kami begitu 4 persyaratan diatas dipenuhi. Insya Allah dalam proses sertifikasi point akan dapat 15.
Bagi bapak / ibu guru yang belum bisa membuat blog bisa mengikuti petunjuk di Sini atau bisa diketik langsung aja ke Http://www.warnetkublogger.blogspot.com

kalau berminat/ ingin tahu lebih jelasnya harap kirim email di tempat kami fidi_handoko@yahoo.com

Maaf ada pesan sponsor.... tapi untuk guru juga kok... hehehhe

20 October, 2007

Mohon MAaf LAhir BAtin

MINAL AIDZIN WALFAIDZIN

09 October, 2007

Sertifikasi Guru Tim Unesa

1.837 Guru tidak lulus...??!!
sertifikasi tahap pertama kuota 2007 malah turun dibandingkan tahun 2006. Banyak dari berkas yang gagal terealisasi. sebanyak 49% dinyatakan tidak lulus... Perlu diketahui grup tim sertifikasi Unesa adalah dari kota Surabaya, Tuban, PAmekasan, Sumenep, Mojokerto, Kota Mojokerto dan Bojonegoro. Berkas ini dimiliki oleh guru dari jenjang TK - SMA.

Bagi Guru yang tidak lulus ada yang diwajibkan melengkapi dokumen portofolionya saja, Jika dalam waktu 2 minggu tidak dilengkapi maka harus mengikuti diklat. sedangkan lainnya harus / diwajibkan mengikuti diklat.

Apa sich kesalahannya kok tidak lolos verifikasi ???

HAris Supratno menjelaskan "Dalam berkas yang dikumpulkan (khususnya RPP) masih ada nama penerbitnya. Tentu guru itu tidak lulus. RPP harus dibuat sendiri."

dikutip dari JAwa pos Selasa 09 Oktober 2007

03 October, 2007

PENGUMUMAN SERTIFIKASI 2007

Untuk mereka yang ikut sertifikasi 2007 harus bersabar..... karena walau sudah dites/ diuji portofolionya dan sudah tahu hasinya tapi pihak Unesa belum siap untuk mengumumkan.
Wah jadi harap harap Cemas dech... hehehheheh

25 September, 2007

Congratulation for Accepted

Selamat bagi para guru yang sudah lolos dalam sertifikasi angkatan 2006.
Kesejahteraan guru meningkat kenyamanan mereka lebih terjamin insya ALLAH siswa juga akan lebih banyak meningkatkan ilmu mereka.

05 September, 2007

LPMP JATIM

website Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jawa Timur bisa diakses langsung lewat http://www.lpmp-jatim.org

Semua program baik Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK) juga bisa diakses disini. Just visited if you want know what is ?!

02 September, 2007

300 Ribu CPNS Diangkat Oktober

SEMARANG – Pemerintah akan mengangkat 300.000 calon pegawai negeri sipil (CPNS) pada Oktober mendatang. Jumlah ini lebih sedikit dibanding pengangkatan CPNS pada 2006 lalu, yang mencapai 350.000 orang. Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara (Menpan) Taufiq Effendi memerinci formasi PNS tahun ini, 225.000 untuk pegawai honorer dan sebanyak 75.000 untuk yang baru (50.000 daerah dan 25.000 pusat). Menurut Taufiq, pelaksanaan pengangkatan CPNS kali ini tidak dilakukan secara nasional. Namun, memberi kesempatan seluas-luasnya bagi daerah maupun instansi untuk melaksanakannya. ”Mereka yang mengadakan ujian sendiri,mengumumkan sendiri,dan memilih sendiri.

Tapi tentu bersama-sama dibantu struktur di daerah, seperti gubernur dan kantor regional,”ungkapnya sebelum berbicara pada seminar bertajuk Reformasi Birokrasi di Indonesia: Quo Vadis? di Kampus Universitas Diponegoro, Semarang,kemarin.Taufik beralasan, untuk saat ini jumlah PNS sudah cukup besar dan banyak. Tetapi yang mempunyai kompetensi, jumlahnya masih kurang. Karena itu, pihaknya akan melakukan dua perbaikan pada kompetensi dan kesejahteraan. Selain itu,kebijakan tersebut dilakukan agar bisa memberikan jawaban ke masyarakat mengenai alasan mengapa gaji PNS itu dinaikkan.Menurut dia, selama ini telah muncul paradigma mengenai siapa yang pintar, rajin, dan kurang rajin, tetapi gajinya tetap sama.

Dia bertekad untuk mengubah hal tersebut dengan menjalankan kebijakan secara simultan. ”Karena itu, tahun ini kita mulai gelar penerimaan PNS, kita buka di daerah-daerah yang membutuhkan,” imbuhnya. Sebelumnya, dia mengemukakan bahwa pemerintah menargetkan hingga 2009, sekitar 900.000 pegawai berstatus honorer di seluruh Indonesia diangkat menjadi pegawai negeri sipil (PNS). Pegawai honorer yang diangkat tersebut termasuk para guru sekolah swasta.Pengangkatan pegawai honorer berdasarkan database yang saat ini ada di Kementerian Negara PAN, sehingga tidak termasuk mereka yang kemudian menjadi pegawai honorer di daerah dan datanya belum masuk database Kementerian Negara PAN.

Dia berharap, setelah pengangkatan pegawai honorer, nantinya daerah tidak berlomba-lomba merekrut pegawai honorer baru, apalagi di beberapa daerah ada kecenderungan kelebihan pegawai.Contohnya, Surabaya memiliki pegawai sekitar 25.000 orang, padahal kebutuhannya sebenarnya tidak sebanyak itu. Saat berkunjung ke Batang, Jawa Tengah, kemarin, Taufik mengatakan bahwa pada 2006 lalu, PNS untuk golongan I yang awalnya mendapatkan gaji Rp668.000 naik menjadi Rp1.060.000 dan 2007 mengalami peningkatan menjadi Rp1,2 juta. ”Insya Allah pada tahun 2008 mendatang, gaji PNS terendah sebesar Rp1,4 juta, dan gaji ini pasti jumlahnya akan semakin besar untuk tahun berikutnya,” katanya. Sementara itu,Wakil Ketua Komisi II DPR Ida Fauziah meminta Menpan Taufik Effendi untuk menyampaikan komposisi penerimaan PNS tahun ini. Sebab, jumlahnya menurun dibandingkan tahun lalu.

”Rencananya, minggu depan kami akan raker dengan Menpan. Nah,di situ kami akan minta penjelasan soal jumlah kebutuhan dan mekanisme perekrutan,”katanya. Menurut dia,berdasarkan pengalaman penerimaan PNS tahun lalu yang diselenggarakan lewat daerah dan pusat,banyak mengalami masalah. Karena itu, semestinya mekanisme perekrutan diperbaiki. DPR, tambah dia, akan menekankan pada guru honorer untuk segera dijadikan PNS.

”Mereka cukup diseleksi administrasinya saja, tidak perlu mengikuti seleksi sebagaimana calon PNS yang bukan berasal honorer,” timpalnya. Wakil Ketua Komisi II DPR Sayuti Asyathri justru mengingatkan Menpan untuk tidak membuat pernyataan yang menimbulkan banyak interpretasi terkait dengan pengangkatan PNS Oktober mendatang. Menurut dia, pengangkatan CPNS itu sudah diprogram untuk mengangkat tenaga guru honorer menjadi PNS. ‘’Itu sudah program lama, nama sudah ada,dan sekarang tinggal menunggu saja,”terangnya saat dihubungi SINDO, tadi malam.

Politikus dari Partai Amanat Nasional ini berharap, perekrutan PNS di daerah harus berkoordinasi dengan Menteri Dalam Negeri untuk melihat kebutuhan dan upaya memenuhi reformasi birokrasi agar lebih baik. ”Kita tidak melihat dari komposisi ideal, tapi sekarang program untuk menaikkan guru honorer itu dihabiskan semua,” tandasnya. Sejumlah provinsi sudah memastikan akan lebih memprioritaskan pengangkatan tenaga guru sebagai PNS.Alasannya,jumlah guru di daerah mereka masih kurang. (mg01/chojin/CR-04) Dikutip di harian Sindo minggu 02 September 2007

30 August, 2007

now or nothing


education must have 20% fress money from goverment...
we must support that opinion if we want to be number one in human quality

we must do it now... if we are late you can see... rich but poor

27 July, 2007

KURIKULUM BARU .. KTSP

Dengan kurikulum baru pemerintah mengharapkan terjadinya perubahan cara belajar dan pembelajaran yang lebih masuk ke dunia nyata.. aplikasi... gitu maksudnya..

klik di sini untuk kurukulum KTSP

tapi kurikulum KBM yang ditetapkan tahun 2004 baru aja dilaksanakan dan belum semua bisa menguasai udah diganti lagi.. yang katanya sich pembenahan system KBM...

bagaimana para guru ku yang tercinta.... tuntutan 20% anggaran pendidikan dari APBN ataupun APBD aja sulit terkabul.... guru dipleter ehh di tekan... sungguh malang nasib mu ..... pejuang tanpa dapat menikmati hasilnya.....!?!?!?

23 July, 2007

Computer jadi pelajaran

peningktan kurikulum KTSP yang salah satunya membeaskan sekolahnya menerapkan sistem sesuai dengan kemampuan siswa...... komputer menjadi pelajaran yaitu muatan lokal sejajar dengan pelajaran Bahasa Daerah dan Bahasa Inggris.

Dulu komputer merupakan extra sekolah... kita berharap kedepan semua masyarakat indonesia disamping melek huruf dan angka juga melek komputer.... salam dahsyat...

16 July, 2007

Masuk kelas

Liburan telah selesai... masuk lagi... tadi saya lihat anak - anak yang baru masuk kelas 1 SD... banyak yang diantar, bangga dech punya anak masuk kelas 1 awal dari sekolah formal. orang tua selalu menginginkan bahwa anak mereka harus lebih baik dari mereka.. baik ekonomi, pendidikan dan lainnya.

banyak sekali sich sekolah yang melakukan pungutan tapi jangan kita gebyah uyah (semua sama) karena belum tentu dengan tidak ada pungutan kita malah mendapatkan yang terbaik ataupun sebaliknya..

HArapan saya semua pungutan yang tidak bermanfaat / manfaat hanya bagi pimpinan segera diakhiri.. mari kita majukan bangsa ini dengan memulai dari diri kita sendiri lalu menyebar kesemua orang di sekitar kita.

12 July, 2007

Maju Pendidikan

Kalangan masyarakat seharusnya bersama- sama memajukan pendidikan bangsa..
dengan anggaran pendidikan 20% baik dari pendapatan negara (APBN), Propinsi, kota (APBD)dan yang terkhir disekitar kita khususnya keluarga...!!!??
selama ini kita semua menuntut pada pemerintahan bahwa anggaran untuk pendidikan haruis 20% tapi apakah anggaran rumah tangga kita sendiri sudah 20% untuk pendidikan... kalau ingin / kita sadar mulai dari kita maka keinginan bangsa kita lebih sejahtera akan segera tercapai..

bagaimana pendapat anda..??

04 July, 2007

Hello...

Lama nggak diisi content... habis buntu...
smoga ada sesuatu yang bisa membantu lagi dech

11 June, 2007

PSB ONLINE

Udah lama nggak nulis nich...
kabar terbaru bagi dunia pendidikan di surabaya

Penerimaan siswa Baru di Surabaya bisa dilihat online :
http://psbsby-online.net

untuk hasil ujian Daerah :
http://uda.psbsby-online.net

23 May, 2007

Google bans essay writing adverts
By Sean Coughlan
BBC News education reporter

Computer keyboard
Google is blocking adverts where essays sell from £5 to £5,000
Google is to ban adverts for essay writing services - following claims that plagiarism is threatening the integrity of university degrees.

There have been complaints from universities about students being sold customised essays on the internet.

The advert ban from the Google search engine has been "warmly welcomed" by university authorities.

But it has angered essay writing firms which say this will unfairly punish legitimate businesses.

From next month, Google will no longer take adverts from companies which sell essays and dissertations - and the internet company has written to advertisers to tell them about the policy.

Plagiarism software

Google's forthcoming ban on adverts for "academic paper-writing services and the sale of pre-written essays, theses, and dissertations" means that essay websites join a blacklist of "unacceptable content" including adverts for weapons, prostitution, drugs, tobacco, fake documents and "miracle cures".

The move has been applauded by universities which have struggled with the problem of students dishonestly submitting material copied from the internet.

University lecture
Universities warn that plagiarism "devalues" higher education

"Making life harder for these cynical web 'essay mills' is a step in the right direction," says Professor Drummond Bone, president of Universities UK.

"We welcome this move. Essay writing sites claim that students pay hundreds of pounds for model answers - but do not then submit these as their own work. We all know this claim is absurd."

The universities organisation says that in particular there have been difficulties with essays bought by students from companies which sell tailor-made answers, where fees can be up to £5,000 for a single piece of extended work.

There have been reports of up to 12,000 essays being sold to students in a year, says Universities UK.

These essays and assignments can be written by freelance academics or other students - and it is less easy for plagiarism software used by universities to detect such work.

Google, commenting on the change, says its advertising policies are "developed and evaluated based on multiple factors, including legal and cultural considerations plus user and customer experience".

And a spokesperson said that the advert ban was expected to be applied across Google's global network.

Unfair ban?

But one of the UK companies fearing that it will be prevented from advertising, Essaywriter.co.uk, is angry at the threat to its business - with 80% of its customers coming through Google.

Managing director Matthew Wilson says this will punish the legitimate, transparent companies, which sell essays, but which warn students that they must not be used dishonestly.

Mr Wilson says that such a bespoke service, selling tailor-made essays at short notice, with prices around £70 and upwards, can be used as a guide for students wanting extra assistance.

Overseas students are frequently customers, he says - but the firm makes clear that essays should not be passed off as being written by the student.

And he says that such a blanket ban will not stop the search engine from generating links to rogue essay selling companies, which have been accused of scamming customers by providing poor quality material.

18 May, 2007

Fla. governor signs law requiring P.E. in elementary schools

DAVIE, Florida (AP) -- Elementary school students must have at least a half-hour of physical education each day under a bill signed Thursday by health-conscious Gov. Charlie Crist.

Crist and state lawmakers say the requirement, which takes effect with the new school year in August, can help prevent childhood obesity and related health problems. A state task force found in 2003 that millions of schoolchildren were at risk for juvenile diabetes and other ailments because of poor exercise and nutrition habits.

Crist said students will benefit academically by being in better health, and the former high school quarterback recalled that his own grades improved during football season.

"Having a good quality of life and good cross-section of education that addresses the mind, the body and the soul is very important. With the P.E. bill, we get to that," he said.

The slim governor, who has also established a state council on physical fitness, signed the bill after tossing three spirals into a practice net at Miami Dolphins training camp.

The bill will require at least 2.5 hours of physical education each week for students between kindergarten and fifth grade. Middle and high schools are encouraged to provide up to 3.75 hours of gym class weekly.

"We're trying to create a culture of activity in our elementary schools," said state Republican Rep. Will Weatherford, the bill's sponsor.

Crist has said he hopes to have gym class required through 12th grade by 2012, along with money from the state to help schools purchase necessary exercise equipment.

Florida has historically left curriculum decisions to individual school districts. The state's largest school district, Miami-Dade County, already requires 2.5 hours of physical education per week for elementary students.

Copyright 2007 The Associated Press. All rights reserved.This material may not be published, broadcast, rewritten, or redistributed.

Bila Murid SD Berbahasa Inggris

Jakarta, Jumat (9 Februari 2007)— Hingga akhir 1980-an, sebagian besar siswa sekolah dasar (SD) belum menerima pelajaran bahasa Inggris. Hanya segelintir SD mengenalkan bahasa Inggris kepada siswanya. pada 1990-an, bahasa inggris mulai diajarkan pada murid-murid SD kelas IV ke atas. Di akhir dekade 1990-an, bahasa inggris mulai merambah ke siswa kelas I SD, bahkan murid Taman Kanak-kanak (TK) dan playgrup alias taman bermain. Kini, bukan pemandangan aneh lagi di banyak kota, murid SD kelas I sudah mampu bercakap dalam bahasa Inggris.

Memang, belum semua SD di seluruh kota di Tanah Air sudah menjadikan bahasa Inggris sebagai salah satu pelajaran wajib. Namun, mulai 2007 ini, Direktorat Pembinaan TK dan SD Departemen Pendidikan Nasional akan dirintis bahasa INggris sebagai pelajaran muatan lokal di SD perkotaan. "uji coba segera dilakukan di SD-SD negeri yang berada di kota besar seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Medan, dan Denpasar," Kata Drs Mudjito AK, MSi, Direktur Pembinaan TK-SD Depdiknas.

Meski ujicoba dilakukan di sekolah negeri, namun program itu tidak membedakan sekolah negeri dan swasta. Justru peran sekolah swasta selama ini telah menjadi trendsetter pembelajaran bahasa Inggris di SD.

Program anyar Depdiknas itu juga didukung British Council, sebagai lembaga partner. British Council bukan saja dilibatkan dalam penyusunan strategi efektif pelaksanaan program pembelajaran bahasa Inggris untuk SD. Namun British Council juga memberikan bantuan dana. Salah satu kegiatan pendukung adalah penyelenggaran Simposium Pembelajaran Bahasa Inggris untuk Sekolah Dasar di Hotel Bumikarsa, Jakarta, pertengahan Februari ini.

Acara dihadiri sekira 40 orang. Di antaranya, para pejabat Depdiknas, kalangan perguruan tinggi, dan para kepala subdin Pendidikan Dasar dari Sulawesi Selatan, DKI Jakarta, DIY, Jawa Barat, dan Kalimantan Timur. Juga para kepala SD Bilingual.
SEJAK KURIKULUM 1994
Sebenarnya pembelajaran Bahasa Inggris untuk SD telah ada pada Kurikulum 1994. Namun hasilnya tidak mengembirakan. Pada Kurikulum 2004, pembelajaran bahasa Inggris di SD pun kembali dikembangkan. Hasilnya sami mawon. Hingga muncul Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang standar Kompetensi dan Kompetensi dasar Bahasa Inggris untuk Sekolah Dasar.

Menurut Drs Mudjito, agar program kali ini berhasil, telah disiapkan metodologi pembelajaran bahasa Inggris yang menyenangkan. "Selama ini metode pembelajaran melulu berisi penguasaan gramatikal. Juga budaya malu disinyalir sebagai penyebab kesulitan terbesar dalam aplikasi Bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari," katanya.

Padahal, di Singapura dan Malaysia yang juga punya budaya multikultur ini, warganya tak malu berbahasa Inggris dengan dialek Tiongkok, Melayu dan India yang campur aduk di dalamnya. Berbeda dengan Indonesia yang punya 700-an bahasa daerah. Orang malu mengucapkan bahasa Inggris dengan dialek kedaerahan, misalnya Inggris dialek Sunda, atau Jawa. Sehingga orang menganggap pengucapan yang benar mesti dengan logat Inggris. "Persepsi seperti ini mestinya diubah," katanya.

Mudjito juga berharap, target kurikulum bahasa Inggris sebaiknya tidak membebani siswa. "Sebagai muatan lokal, durasi dua jam pelajaran setiap minggu sudah cukup," kata Mudjito.

Bolehlah siswa SD mulai diwajibkan mempelajari bahasa Inggris. Namun, yang tak kalah penting penguasaan bahasa Indonesia siswa SD di banyak daerah pun masih belum baik. Semoga, semangat mengejar ketertinggalan akan penguasaan bahasa dunia itu, tak membuat bahasa Indonesia dilupakan siswa SD.

16 May, 2007

A Major responsibility of schools entering this new era of globalization is to prepare students for the new challenges that are rapidly changing our society. One of the greatest challenges currently facing our youth is finding meaningful employment. The ability to speak a foreign language and computer literacy are currently two of the most common criteria required from people wishing to enter the workforce in Indonesia (and globally). As only about 20-30% of senior secondary school graduates nationally continue on to formal tertiary education, and with computers now infiltrating every aspect of human life it places a high burden of responsibility upon our education system to improve the development of our students' language and computer literacies.

09 May, 2007

STRATEGI MEMILIH PERGURUAN TINGGI

SAAT ini, perguruan tinggi, terutama perguruan tinggi swasta (PTS) di Kota Malang sibuk mempromosikan lembaganya untuk menjaring calon mahasiswa baru. Mereka berlomba-lomba menyebarkan brosur dan selebaran, memasang iklan di media cetak, radio dan TV berisi informasi tentang penerimaan mahasiswa baru (maba), beserta program studi dan statusnya, termasuk daftar nama dosennya.

Tidak jarang isi brosur dan selebaran yang mengobral janji bahwa lulusan perguruan tingginya langsung mendapat pekerjaan. Ini suatu strategi promosi yang biasa dilakukan PTS dari zaman ke zaman, agar calon mahasiswa bisa tertarik untuk memilih perguruan tinggi itu.
Strategi dengan menyebarkan brosur merupakan strategi yang umum dilakukan PTS manakala nanti calon mahasiswa tidak semuanya tertampung PTN. Hal ini sangat boleh jadi seluruh rektor PTS Kopertis Wilayah VII (Surya, 8/3/07) merapatkan barisan untuk mendesak PTN agar PTN membatasi kuota penerimaan mahasiswa baru, sehingga PTS tidak kehilangan jatahnya.

Bila PTN sepakat membatasi kuota penerimaan mabanya, maka tinggal terjadi pesaingan antara PTS dalam merebut maba. Di samping terjadi persaingan antara PTS juga terjadi persaingan antara PTS dengan pendidikan pelatihan ketrampilan atau lembaga kursus, yang menawarkan jasanya kepada calon maba.
Dengan begitu banyaknya PTS dan pendidikan pelatihan ketrampilan, tentu tidak mudah bagi calon mahasiswa untuk memilih bahkan sering menimbulkan kebingungan bagi siswa untuk membedakan apakah itu perguruan tinggi atau lembaga kursus.
Menurut UU No: 2 tahun 1989, tentang Pendidikan Nasional, pasal 16, ayat (2) disebutkan bahwa satuan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan disebut perguruan tinggi, yang dapat berbentuk akademi, politeknik, sekolah tinggi, institut atau universitas.

Di Indonesia terdapat kurang lebih 57 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan tercatat lebih dari 1.450 Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Di Jawa Timur saja tercatat lebih dari 213 PTS. Bahkan dalam satu kota ada beberapa puluh perguruan tinggi, misalnya di Malang memiliki sekitar 43 buah perguruan tinggi (akademi, politeknik, sekolah tinggi, institut atau universitas).
Persoalan yang memprihatinkan, banyak siswa masuk pendidikan tinggi hanya karena terdorong oleh teman yang sudah ada di perguruan tinggi tersebut (terutama PTS), terdorong karena kemewahan kampus yang serba aduhai, tergiur karena banyak brosur dan selebaran, iklan tanpa mengetahui lebih dekat tentang perguruan tinggi yang akan dimasukinya.

Maka memilih perguruan tinggi, harus jeli dan teliti sesuai dengan cita-cita hati. Tidak mudah percaya kepada manisnya promosi. Langkah awal yang sebaiknya dilakukan oleh calon mahasiswa/orang tuanya adalah mengumpulkan data-data dan informasi tentang perguruan tinggi. Kumpulkan informasi beberapa perguruan tinggi dan pelajari serta bandingkan mana yang paling realistik.
Informasi yang paling baik adalah guru, karena guru dalam memberikan informasi tidak ada kepentingan tertentu. Guru akan memberikan informasi yang lebih objektif dan profesional sesuai dengan panggilan jiwa pendidiknya. Pengalaman empiris bahwa ada beberapa orang yang kecewa karena salah memilih perguruan tinggi.

Informasi penting lain adalah telusuri perguruan tinggi bersangkutan dengan cara datang ke kampus untuk mencocokkan isi promosi tersebut. Misalkan bagaimana sarana dan prasarananya, kinerja layanan, fasilitas laboratorium dll.
Perlengkapan laboratorium praktek pertanian (misalnya anda ingin memilih fakultas pertanian) apakah di lembaga itu memiliki kebun percobaan sendiri? Soal SDM (Sumber Daya Manusia) juga perlu diketahui, misalnya berapa jumlah dosen yang berkualifikasi S3, S2 dan S1 di bidang ilmu tertentu, berapa pula rasio dosen dan mahasiswa?

Dalam menghadapi era yang penuh persaingan di berbagai aspek kehidupan sekarang ini, dosen yang berkualifikasi S1 sudah tidak layak lagi mengajar di perguruan tinggi, namun minimal adalah kualifikasi S2. Mengetahui soal akreditasi program studi/jurusan juga penting. Tujuannya agar calon maba tidak terjebak jika telah lulus dari PT tersebut. (*)

Oleh: Sebastianus Gudat

04 May, 2007

certification teachers

Yesterday in building Islamic center in surabaya performed [a] by theX explanation of problem certification teachers. In all indonesia estimated [by] 200.000 teachers for this year will in certification ( improvement of subsidy addition and profess

Kemarin di gedung Islamic center surabaya diadakan penjelasan masalah sertifikasi guru. Di seluruh indonesia diperkirakan 200.000 guru untuk tahun ini akan di sertifikasi (peningkatan profesi dan tambahan tunjangan).
Semoga aja tahun depan akan lebih banyak lagi guru yang disertifikasi dan membuat profesi guru menjadi semakin disenangi oleh masyarakat. tentunya dengan adanya peningkatan dari APBN sebanyak 20%..... semua akan menjadi nyata...
pendidikan akan semakin maju... walau tidak sekarang tapi the future pasti akan menikmatinya

30 April, 2007

education network

If you are a Student, an Educator, Alumni, or a Citizen who cares about education please register at:

SLTP.Net or SLTA.Net or PTHP.Net

In order to achieve educational reform in Indonesia your voice needs to be heard. Please visit our Forums, Comments, and Aspiration pages and enter you comments.

Why Create Pendidikan Network?
It is hoped that by providing six (6) easy to remember individual sites at which all sectors can participate, linked to a seventh site Pendidikan Net that we can begin to pool our knowledge and resources and begin to improve the quality of education in Indonesia. All comments, articles, news, and information that you register (including e-mail addresses) can be accessed from all three key education sector sites (SLTP.Net, SLTA.Net, & PTHP.Net) and also at Pendidikan.Net itself. For instance, from the SLTP.Net (Junior Secondary Education) Homepage you can directly access comments from lecturers at PTHP.Net (Higher Edn Homepage). At this network communication is shared between all education sectors. Hopefully through this sharing we can work together to begin the process of shaping educational development that will significantly benefit our learners, educators, and citizens.

Communication is an important factor within all areas of education. The first step is to get all sectors communicating (or at least able to). In the past communication has mainly been a one-way-street (top down).

Truly significant development will really begin to occur when all sectors are communicating and contributing effectively. A key factor currently inhibiting educator contribution in Indonesia is the welfare and working conditions of the teachers and lecturers in the field.

Change is beginning to occur and schools are currently being oriented towards School Based Management (SBM). Major teaching and teacher training institutions are also undergoing review. However, your participation is critical.

You can publish your Articles at Pendidikan Network.

If you do not already have an E-Mail address or you would like to have an address at Pendidikan.zzn.com please register using the form to the bottom-left of the main page. You can login and check your e-mail also at this point (or at http://pendidikan.zzn.com).

At Pendidikan.Net and all our sites your participation and assistance is highly valued. Successful improvement to the quality of education in Indonesia will only be achieved when we can mobilize* all the human resources available and begin to work together. A key element for achieving effective mobilization is communication.

There are two issues that we believe are very important for everyone to work on:

1. The Reading Habit. Try to read at least 2 articles every day from Media Indonesia Online:
Media Indonesia Online
and Republika Online
Republika Online

2. English Language Skills. If you read 1 article from The Jakarta Post every day you will certainy see some improvement.
TheJakartaPost.Com


dikutip dari http://pendidikan.net/eindex.html

27 April, 2007

EDUCATION

Educational System in ITB

(http://www.itb.ac.id/en/education/)

There are three kinds of academic programs at ITB, namely:

  • Undergraduate Program is normally completed within 4 years of full time study.
  • Master’s Program is normally completed within 2 years of full time study. Including completion of a thesis is required for the degree.
  • Doctoral Program takes approximately 3 to 4 years of full time study and research, including completion of a dissertation.

Undergraduate Program comprises at least 144 semester credit units and at the most 160 credit units which are divided into three levels:

  1. Common Preparatory Level with minimum of 36 semester credit units.
  2. Sarjana Muda Level with minimum of 72 semester credit units.
  3. Sarjana Level with minimum of 36 semester credit units.

Undergraduate Program students with high achievement are eligible to continue their studies to Master’s Program as an integrated part of the Undergraduate Program. Undergraduate Program students graduates with very high achievement are eligible to enroll to the Doctoral program directly.

Master’s Program comprises at least 36 semester credit units and 50 semester credit units at the most.

As for Doctoral Program, the number of loads in term of semester credit units is determined by the Graduate Program.

DUNIA PENDIDIKAN

kalau tentang pendidikan masih bingung so ..Lebih lengkapnya bisa dilihat langsung di http://id.wikipedia.org/wiki/Pendidikan

Pendidikan Anak Usia Dini

Pendidikan Anak Usia Dini atau disingkat PAUD adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.

Pendidikan anak usia dini merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menitikberatkan pada peletakan dasar ke arah pertumbuhan dan perkembangan fisik (koordinasi motorik halus dan kasar), kecerdasan (daya pikir, daya cipta, kecerdasan emosi, kecerdasan spiritual), sosio emosional (sikap dan perilaku serta agama) bahasa dan komunikasi, sesuai dengan keunikan dan tahap-tahap perkembangan yang dilalui oleh anak usia dini.

Ada dua tujuan diselenggarakannya pendidikan anak usia dini yaitu:

  • Tujuan utama: untuk membentuk anak Indonesia yang berkualitas, yaitu anak yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan tingkat perkembangannya sehingga memiliki kesiapan yang optimal di dalam memasuki pendidikan dasar serta mengarungi kehidupan di masa dewasa.
  • Tujuan penyerta: untuk membantu menyiapkan anak mencapai kesiapan belajar (akademik) di sekolah.

Bentuk Satuan Pendidikan Anak Usia Dini

Menurut Pasal 28 Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, bentuk satuan pendidikan anak usia dini dikelompokkan menjadi tiga, yaitu:

Jalur Pendidikan Formal

Terdiri atas Taman Kanak-kanak dan Raudlatul Athfal (RA) yang dapat diikuti anak usia lima tahun keatas. Termasuk di sini adalah Bustanul Athfal (BA).

Jalur Pendidikan Non Formal

Terdiri atas Penitipan Anak, Kelompok Bermain dan Satuan PAUD Sejenis. Kelompok Bermain dapat diikuti anak usia dua tahun keatas, sedangkan Penitipan Anak dan Satuan PAUD Sejenis diikuti anak sejak lahir, atau usia tiga bulan.

Jalur Pendidikan Informal

Terdiri atas pendidikan yang diselenggarakan di keluarga dan di lingkungan. Ini menunjukkan bahwa pemerintah melindungi hak anak untuk mendapatkan layanan pendidikan, meskipun mereka tidak masuk ke lembaga pendidikan anak usia dini, baik formal maupun nonformal.

Pendidikan Dasar

Pendidikan ini merupakan pendidikan awal selama 9 tahun pertama masa sekolah anak-anak, yaitu di Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Pada masa ini para siswa mempelajari bidang-bidang studi antara lain: - Ilmu Pengetahuan Alam - Matematika - Ilmu Pengetahuan Sosial - Bahasa Indonesia - Bahasa Inggris - Pendidikan Seni - Pendidikan Olahraga

Di akhir masa pendidikan di SD, para siswa harus mengikuti dan lulus dari Ujian Nasional (UN) untuk dapat melanjutkan pendidikannya ke SMP dengan lama pendidikan 3 tahun.

Pendidikan Menengah

Pendidikan menengah merupakan lanjutan pendidikan dasar, terdiri atas pendidikan menengah umum dan pendidikan menengah kejuruan. Pendidikan menengah berbentuk Sekolah Menengah Atas (SMA), Madrasah Aliyah (MA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK), atau bentuk lain yang sederajat.

Pendidikan Tinggi

Pendidikan tinggi adalah jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah yang mencakup program pendidikan diploma, sarjana, magister, spesialis, dan doktor yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi. Pendidikan tinggi merupakan bagian dari sistem pendidikan nasional seperti yang diatur dalam UU RI No. 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Jalur Pendidikan

Jalur pendidikan adalah wahana yang dilalui peserta didik untuk mengembangkan potensi diri dalam suatu proses pendidikan yang sesuai dengan tujuan pendidikan. Pendidikan di Indonesia, menurut Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dikelompokkan menjadi tiga jalur, masing-masing adalah:

  1. Pendidikan Formal
  2. Pendidikan Nonformal
  3. Pendidikan Informal

Pendidikan Formal

Pendidikan Formal merupakan pendidikan yang diselenggarakan di sekolah-sekolah pada umumnya. Jalur pendidikan ini mempunyai jenjang pendidikan yang jelas, mulai dari pendidikan dasar, pendidikan menengah, sampai pendidikan tinggi.

Pendidikan Non Formal

Pendidikan Non Formal paling banyak terdapat pada usia dini, serta pendidikan dasar, adalah TPA, atau Taman Pendidikan Al Quran,yang banyak terdapat di setiap masjid dan Sekolah Minggu, yang terdapat di semua gereja.

Selain itu, ada juga berbagai kursus, diantaranya kursus musik, bimbingan belajar dan sebagainya.

Pendidikan Informal

Pendidikan informal adalah jalur pendidikan keluarga dan lingkungan berbentuk kegiatan belajar secara mandiri.

Jenis Pendidikan

Jenis pendidikan adalah kelompok yang didasarkan pada kekhususan tujuan pendidikan suatu satuan pendidikan. Jenis pendidikan mencakup pendidikan umum, kejuruan, akademik, profesi, vokasi, keagamaan, dan khusus.

Pendidikan Umum

Pendidikan umum merupakan pendidikan dasar dan menengah yang mengutamakan perluasan pengetahuan yang diperlukan oleh peserta didik untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Bentuknya: Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA).

Pendidikan Kejuruan

Pendidikan kejuruan merupakan pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu. Bentuk satuan pendidikannya adalah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Untuk sekarang ini pemerintah sangat menganjurkan agar peserta didik mengikuti pendidikan ini... disamping siap kerja sekarang ini bisa melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi

Pendidikan Akademik

Pendidikan akademik merupakan pendidikan tinggi program sarjana dan pascasarjana yang diarahkan terutama pada penguasaan disiplin ilmu pengetahuan tertentu.

Pendidikan Profesi

Pendidikan profesi merupakan pendidikan tinggi setelah program sarjana yang mempersiapkan peserta didik untuk memasuki suatu profesi atau menjadi seorang profesional.

Pendidikan Vokasi

Pendidikan vokasi merupakan pendidikan tinggi yang mempersiapkan peserta didik untuk memiliki pekerjaan dengan keahlian terapan tertentu maksimal dalam jenjang diploma 4 setara dengan program sarjana (strata 1).

Pendidikan Keagamaan

Pendidikan keagamaan merupakan pendidikan dasar, menengah, dan tinggi yang mempersiapkan peserta didik untuk dapat menjalankan peranan yang menuntut penguasaan pengetahuan tentang ajaran agama dan/atau menjadi ahli ilmu agama.

Pendidikan Khusus

Pendidikan khusus merupakan penyelenggaraan pendidikan untuk peserta didik yang berkelainan atau peserta didik yang memiliki kecerdasan luar biasa yang diselenggarakan secara inklusif (bergabung dengan sekolah biasa) atau berupa satuan pendidikan khusus pada tingkat pendidikan dasar dan menengah (dalam bentuk Sekolah Luar Biasa/SLB).

Secara garis besar

Pendidikan biasanya berawal pada saat seorang bayi itu dilahirkan dan berlangsung seumur hidup.

Pendidikan (Catatan)

Pendidikan bisa saja berawal dari sebelum bayi lahir seperti yang dilakukan oleh banyak orang dengan memainkan musik dan membaca kepada bayi dalam kandungan dengan harapan ia akan bisa (mengajar) bayi mereka sebelum kelahiran.

Banyak orang yang lain, pengalaman kehidupan sehari-hari lebih berarti daripada pendidikan formal. Seperti kata Mark Twain, "Saya tidak pernah membiarkan sekolah mengganggu pendidikan saya."

Anggota keluarga mempunyai peran pengajaran yang amat mendalam -- sering kali lebih mendalam dari yang disadari mereka -- walaupun pengajaran anggota keluarga berjalan secara tidak resmi.

Kualitas Pendidikan

Ada dua faktor yang mempengaruhi kualitas pendidikan -- khususnya di Indonesia -- yaitu:

  1. Faktor Internal meliputi jajaran dunia pendidikan baik itu Depdiknas, Dinas Pendidikan Daerah dan juga sekolah yang berada di garis depan.
  2. Faktor Eksternal adalah masyarakat pada umumny

PENDIDIKAN

pemerintah masih belum bisa secara maksimal memperhatikan masalah pendidikan. banyak sekali contoh dimana pendidikan di indonesia sangat kacau..... walau ada sedikit yang menggembirakan... (tim olimpiade fisika)....

bagaimana halnya mereka yang udah lulus.... materi pelajaran.... unas .... mutu guru....
AYO BERSAMA MEMBANGUN PENDIDIKAN BANGSA....

DIBLOGGER INI BISA PULA DIAKSES TENTANG PROGRAM AKTA 4 BESERTA MATERI ATAUPUN MAKALAHNYA.....
INSYA ALLAH AKAN SAYA TAMPILKAN TANGGAL 2 MEI 2007...


Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. Pendidikan meliputi pengajaran keahlian khusus, dan juga sesuatu yang tidak dapat dilihat tetapi lebih mendalam yaitu pemberian pengetahuan, pertimbangan dan kebijaksanaan. Salah satu dasar utama pendidikan adalah untuk mengajar kebudayaan melewati generasi.

Jenjang Pendidikan

Jenjang pendidikan adalah tahapan pendidikan yang ditetapkan berdasarkan tingkat perkembangan peserta didik, tujuan yang akan dicapai, dan kemampuan yang dikembangkan. Pendidikan di Indonesia mengenal tiga jenjang pendidikan, yaitu pendidikan dasar (SD/MI/Paket A dan SLTP/MTs/Paket B), pendidikan menengah (SMU, SMK), dan pendidikan tinggi. Meski tidak termasuk dalam jenjang pendidikan, terdapat pula pendidikan anak usia dini, pendidikan yang diberikan sebelum memasuki pendidikan dasa